Oleh : WPToday

Jayapura, WPToday – Pengakuan Kapolda Papua Irjen Pol. FX Bagus Ekodanto bahwa pelaku teror di areal PT Freeport adalah bukan Kelly Kwalik ditanggapi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI AY Nasution. Orang nomor satu di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih itu mengatakan bahwa Kelly Kwalik berada di balik semua aksi teror di areal Freeport. Tuduhan terhadap Kelly Kwalik terungkap dalam diskusi publik yang digelar DPD KNPI Papua di Jayapura, Jumat (30/10) kemarin.

Untuk membenarkan tuduhannya, Nasution, dalam pemaparannya sempat memutar sebuah video yang menunjukkan Kelly Kwalik sedang memberikan perintah kepada anak buahnya untuk menyerang PT Freeport dan hingga kini perintah tersebut belum ditarik atau dicabut. Video tersebut, setelah ditelusuri WPToday, ternyata merupakan video rekayasa yang dibuat oleh beberapa wartawan Metro TV di Timika atas permintaan Pangdam Nasution.

Baca Lebih Lanjut »

Pembaca yang terhormat,

Mungkin anda tidak tahu bahwa Ribuan tentara yang dikirim untuk mengamankan PT Freeport Indonesia di Timika, Papua dari aksi Penembakan yang dilakukan oleh OTK (orang tak dikenal) kini mulai meresahkan Karyawan dan Masyarakat di Timika. Para tentara yang mengawal bis perusahaan tanpa malu-malu minta untuk dibayarkan “uang pengamanan perjalanan” sebesar Rp 50.000,- per orang sekali jalan dari Bus yang dikawal.

Coba anda bayangkan, 1 Bis tersebut berisi 200 Orang, maka harganya adalah 200 Orang x Rp 50.000 = Rp 10.000.000,- untuk sekali jalan. Jadi bisa di bayangkan kalau dalam sehari ada 20 sampai 30 Bus yang naik dan turun, maka total tiap hari adalah 60 Bis. Kalikan saja pendapatan perhari adalah 60 Bis x Rp 10.000.000,- = Rp 600.000.000, – Bagaimana kalau sebulan ?? Baca Lebih Lanjut »

OLEH : OK ANONG MAN

BAHASAN KALI INI Akan menjelaskan siapa yang memunculkan ide pemekaran kabupaten Muman, latar belakang kemunculan ide tersebut, alasan-alasan yang dipakai untuk menipu rakyat setempat dan bagaimana rakyat setempat menyikapi wacana pemekaran kabupaten Muman. Saya akan memulainya dengan menuliskan pernyataan khusus atau Postulat Pertama sebagaimana disebut dalam ulasan Tujuan-Tujuan Pemekaran Kabupaten Muyu-Mandobo (Muman). Kemudian saya akan mencoba menguraikan Postulat tersebut secara rinci untuk memperjelas pernyataan sesuai dengan fakta di lapangan.

POSTULAT PERTAMA : Pemekaran Kabupaten Muman bukan merupakan aspirasi rakyat setempat. Ia adalah wujud nyata dari perjuangan segelintir petualang politik yang suka menyambung hidup dengan cara memanipulasi pendapat rakyat dan mengatasnamankan mereka dalam setiap kesempatan. Sampai saat ini tidak ada bukti dukungan rakyat atau aspirasi rakyat setempat terhadap rencana ini. Baca Lebih Lanjut »

Oleh : WPToday

Timika, WPToday – Teka-teki tentang siapa pelaku teror yang melakukan serangkaian penembakan dan pembunuhan di areal PT Freeport kini mulai terkuak. Setelah sekian lama membungkam karena diintimidasi Kopasus, Kapolda Papua Irjen Pol. FX Bagus Ekodanto, atas desakan bawahannya, kini mulai memberanikan diri untuk buka mulut. Jumat (23/10) kemarin, ketika dikonfirmasi wartawan usai serah terima jabatan Wakapolda Papua di Aula Rastra Samara Polda Papua, orang nomor satu di jajaran Polda Papua ini mengakui dengan jujur bahwa pelaku teror di areal Freeport bukan Kelly Kwalik.

“Polisi punya sejumlah bukti yang kuat dan dapat dibuktikan secara yuridis formal bahwa pelaku teror di areal PT Freeport adalah bukan Kelly Kwalik dan kelompoknya,” jelas Kapolda. Baca Lebih Lanjut »

Oleh : WPToday

Mulia, WPToday – Menyusul pembunuhan terhadap Thamrin, pekerja jembatan Kali Kalome pada Selasa (20/10) lalu oleh Milisi Piaraan Polda Papua, Bupati Kab. Puncak Jaya, Papua, Lukas Enembe, SIP akhirnya meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Pusat agar menarik pasukan Non Organik TNI-Polri dari Kab. Pucak Jaya. Pernyataan keras ini terpaksa ia keluarkan Kamis (22/10) kemarin karena dirinya menilai kehadiran Aparat Keamanan (TNI-Polri) dalam jumlah besar di Puncak Jaya terbukti tidak memberikan rasa aman bagi rakyat setempat.

Enembe menilai kehadiran pasangan “kembar-siam” ini justru membuat resah masyarakat setempat karena rekayasa-rekayasa penembakan antar kesatuan yang terus mereka lakukan, penyerangan terhadap masyarakat setempat, pembasmian ternak dan kebun, sampai pada pemerasan terhadap Pemkab setempat yang nilainya telah menembus angka milyaran rupiah. Baca Lebih Lanjut »

Oleh : WPToday

Sentani, WPToday – Polisi Indonesia, Rabu (21/10) kemarin menangkap Victor F. Yeimo, Aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang namanya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) versi Polda Papua sejak Mei 2009 lalu karena dianggap melakukan tindakan makar yang mengarah kepada separatisme lantaran bersama teman-temannya gencar mengkampanyekan hak-hak hidup Orang Asli Papua di atas tanah Papua.

Victor ditangkap ketika berada di kamar nomor 03 Hotel Mansapurani, Jl. Yabaso, Sentani bersama seorang wanita bernama Mei Merahabia. Belum jelas, apakah wanita tersebut merupakan kekasihnya, wanita penghibur atau seorang aktivis KNPB.

“Victor ditangkap saat Polres Jayapura sedang melakukan operasi pekat yang dimulai pukul 22.00,” kata AKBP Mathius Fachiri, Kapolres Jayapura usai mengantar Victor dan Mei ke tahanan Polda Papua. Baca Lebih Lanjut »

Oleh : WPToday

Mulia, WPToday – Pelantikan dan pengambilan sumpah SBY-Boediono sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia Periode 2009-2014 disambut dengan pembunuhan di Kab Puncak Jaya, Papua. Di wilayah yang dikenal sebagai lahan garapan pihak militer ini, rekayasa penembakan oleh kelompok milisi piaraan Polda Papua untuk ke sekian kalinya kembali terjadi.

Selasa (20/10) kemarin sekitar pukul 12.30 WPB, bertepatan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah SBY-Boediono sebagai Presiden dan Wapres terpilih, kelompok milisi bentukan Polda Papua menembak mati seorang pekerja dari PT. Agung Karya bernama Thamrin (45) dan melukai seorang warga setempat bernama Etiles Wanimbo. Kejadiaan naas ini terjadi di jembatan Kali Kalome, Kampung Kalome, Distrik Tingginambut, Puncak Jaya.

Thamrin tewas di lokasi kejadian karena mengalami luka tembak dan luka sabetan parang di bagian leher dan rahang, sedangkan Etiles Wanimbo yang merupakan seorang gembala mengalami luka di bagian telinga akibat serangan senjata tajam dari kelompok Milisi ini. Etiles Wanimbo dikenal sebagai seorang gembala yang selalu mengecam kebiadaban Polisi di Puncak Jaya dalam setiap khotbahnya. Kelompok milisi kemudian membakar sebuah mobil Ford Ranger DS 8080 AC milik PT Agung Karya. Baca Lebih Lanjut »

Oleh : WPToday

Timika, WPToday - Teror Brutal oleh Satuan Elit Angkatan Darat, Kopasus, kembali terjadi di areal PT Freeport Indonesia. Selasa (20/10) kemarin, sekitar pukul 09.30 WPB Kopasus menembak konvoi 10 Bus yang mengangkut karyawan PT Freeport dari Timika menuju Tembagapura, tepatnya di sekitar Mile 42, Distrik Tembagapura, Kab. Mimika, Papua.

Konvoi 10 Bus yang mengangkut karyawan PT Freeport tersebut sekitar pukul 07.00 WPB bertolak dari Terminal Bus dari Gorong-Gorong, Kelurahan Koprapoka, Timika menuju Tembagapura dengan pengawalan ketat TNI-Polri. TNI-Polri yang mengawal para karyawan sempat melakukan pungutan liar dari tiap penumpang dalam 10 Bus Karyawan dengan uang tebusan sebesar Rp. 50.000,- sebagai uang keamanan.

Iring-iringan konvoi Bus diserang dengan tembakan di sekitar Mile 42 dari arah sebelah kanan. Akibat tembakan tersebut, dua karyawan mengalami luka-luka. Karyawan PT. Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI), Rudy Palandeng, yang merupakan pengemudi bus dengan nomor lambung 1401-89, mengalami luka pada jari telunjuk sebelah kanan. Baca Lebih Lanjut »

TPN-OPM, , Keli KwalikJajaran TNI di Papua terutama Korem 171 Praja Vira Tama (PVT) Sorong siap berdialog dengan Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) wilayah Timika, Keli Kwalik.

“Kalau memang dia (Keli Kwalik-red) mau, kita siap berdialog. Saya jamin aman dan tidak akan diapa-apakan,” kata Komandan Korem 171 PVT Sorong, Kolonel Inf Fransen Siahaan di Timika, Senin.

Kelompok TPN-OPM wilayah Timika pimpinan Keli Kwalik selama ini disebut-sebut berada di balik aksi teror penembakan di areal PT Freeport Indonesia yang terjadi sejak Juli-September. Baca Lebih Lanjut »

Tidak banyak yang berpikir, namun kenyataan demikian, bahwa berbagai Operasi Militer (baca; pelanggaran HAM) yang tinggi di Papua membuat keberadaan penduduk asli Papua mulai tergeser, dan bahkan hampir punah. Ini sebuah dilema yang terjadi di tanah Papua, dan patut di selesaikan secara bermartabat, sembari tidak mengabaikan keinginan luhur orang asli Papua.

SEBUAH kejutan yang sangat besar, ketika hasil penilitian yang di lakukan Dr. Jim Elmslie, seorang peneliti dari Universitas Sidney pada akhir tahun 2007 lalu, yang dimana menyimpulkan bahwa bahwa pertumbuhan penduduk Papua hingga tahun 2030 lebih didominasi oleh pertumbuhan penduduk non-Papua (pendatang). Baca Lebih Lanjut »