Oleh : WPToday

Mulia, WPToday – Sukses membunuh dan memutilasi Kelly Kwalik, kini regu pembunuh yang sama mulai mengincar tokoh-tokoh gerilya yang lain. Dua tokoh yang hendak dihabisi adalah Panglima Tentara Revolusi West Papua (TRWP) Mathias Wenda dan Panglima Komando Tertinggi Militer Revolusi Papua Barat (KTMRPB) Goliath Tabuni.

Pagi tadi, Kapolda Papua Bekto Suprapto memberangkatkan 3 orang penyusup dari Timika menuju Mulia, Puncak Jaya.

Mereka adalah Albertus Kogoya, Yason Jikwa dan Lucki Jikwa. Ketiga orang suruhan Kapolda Papua ini akan ditugaskan untuk menjebak Gen. TPN-PB Goliath Tabuni untuk selanjutnya ditembak dan dimutilasi oleh regu pembunuh dari Polda Papua. Baca Lebih Lanjut »

Oleh : WPToday

Jayapura, WPToday – Sukses membunuh dan memutilasi Kelly Kwalik, Anggota Tim Gabungan akan diberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat dan berbagai kemudahahan lainnya seperti kesempatan mendapat pendidikan dan promosi jabatan. Hal ini diungkapkan Kadiv Humams Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Jakarta, Rabu (13/01) kemarin.

“Mereka menunjukkan prestasi yang mengharumkan nama bangsa dan nama kepolisian, menjaga kehormatan korps saat berdinas,” ujar Aritonang bangga.

Menurut Aritonang, penghargaan tersebut akan diberikan oleh Kapolri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Mereka jadi prioritas dan perhatian untuk memilih karir selanjutnya yang diikuti catatan khusus serta pendidikan untuk proses kenaikan pangkat,” jelas Aritonang. Baca Lebih Lanjut »

Rakyat Papua Barat Minta Amerika, PBB, dan Belanda Segera Selesaikan Status Politik Papua Barat

OLeh: WPToday

Hingga siang ini (Minggu, 20/12), jenazah Panglima Kodap III Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) Papua Barat, Kelly Kwalik. masih disemayamkan di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Timika, Papua dengan dibungkus bendera Bintang Kejora.

Rakyat Papua Barat meminta Amerika, PBB, dan Belanda segera datang ke Papua Barat (Timika) dan menyelesaikan status politik Papua Barat. “Kami akan bertahan di sini (DPRD Timika) sampai Amerika, PBB, dan Belanda Baca Lebih Lanjut »

Oleh Octovianus Mote*)

Kelly, kita belum perna saling kenal, walau kita berkali-kali saling kontak.

Engkau menyaksikan dari Surga betapa rasa kehilanganku sejak aku diberitahukan bahwa Pasukan kolonial yang bengis itu membanjiri tubuhmu dengan sejumlah peluruh. Bukan saja dipaha sebagaimana pengakuan Komandan Polisi Papua yang terkenal akan kebengisannya itu tetapi lebih dari 8 lubang mengaga di sekujur tubuhmu. Saatnya, engkaupun akan menyaksikan bagaimana pasukan kolonial yang bersepakat menghabiskan nyawamu dimintai pertanggungjawabann ya oleh Allah Bapak kita di Surga.

Kata-kata penghiburan dari mereka yang mengenal kedekatan kita belum lagi menenangkan kegundaan hatiku. Dari kejauhan seorang ibu berkata: “Anakku, habiskanlah beberapa hari dirumah, tidak usah keluar kerja dan hentikan aktivitas lainnya, berkabunglah atas keperginaanya. .. lain lagi tegur sapa temanku seorang mahasiswa Indonesia yang belajar di Amerika. Baca Lebih Lanjut »

Menyimak situasi yang semakin berkembang di tanah Papua terkait beberapa pernyataan di berbagai media masa maupun media elektronik terkait tewasnya Jenderal Kelly Kwalik, Pimpinan TPN di Kodap III, maka harus ada langkah yang diambil, diantaranya memupuk persatuan dan kesatuan rakyat Papua, agar apa yang menjadi harapan kita bersama, dimana melihat Papua yang bebas dari segala penjajahan dapat segera terwujud.

Dengan demikian, kami dari TPN/OPM Devisi II Makodam Pemka IV Paniai mengeluarkan beberapa point pernyataan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan segenap komponen rakyat Papua, dimana harus dapat menyelesaikan segala persoalan yang dapat terjadi di tanah Papua secara bermartabat. Karena perlu kita ketahui, bahwa jika kita tidak segera bertindak, maka harapan sebuah kebebasan itu akan sirna. Baca Lebih Lanjut »

Terkait berita pembunuhan Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM), Kelly Kwalik di Timika Papua pada Rabu (16/12/2009) pukul 04.00 WIT yang disiarkan berbagai media nasional Indonesia dan dunia masih simpang siur.

Beberapa sumber di Timika menyebutkan, sejak Rabu pagi ada dua versi kisah penyergapan yang berkembang di masyarakat. Ada yang menyebarkan isu penyergapan dilakukan di wilayah Kali Kopi, sementara informasi lainnya menyebutkan penyergapan dilakukan di gorong-gorong. Baca Lebih Lanjut »

Dihimbau kepada seluruh Rakyat Papua Barat, Mohon Dukungan Doa karena pihak LP Abepura sedang bekerjasama dengan pihak Militer RI untuk melakukan penculikan terhadap Tapol atas nama Buchtar Tabuni.***

Oleh: WPToday

Dari Berbagai Daerah, WPToday, Hari ini, Selasa, 1 Desember 2009, rakyat Papua Barat di berbagai belahan dunia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Papua Barat (tanggal 1 Desember 1961-2009). Peringatan HUT Papua Barat tahun ini (2009-red) digelar dalam berbagai bentuk acara. Rakyat Papua yang berada di di se-Jawa dan Bali yang tergabung dalam Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (F-Pepera-PB) misalnya menggelar dalam bentuk upacara bendera.

HUT ke-48 Papua Barat

Koontributor WPToday Indonesia (Jawa dan Bali) melaporkan, perwakilan rakyat Papua di Jawa dan Bali berkumpul di Yogyakarta menggelar upacara bendera. “Tadi pagi kira-kira pukul 05.00 WIB, perwakilan rakyat Papua mengadakan upacara bendera Bintang Kejora dengan aman sampai pada penurunannya dengan penuh hormat,” katanya. Baca Lebih Lanjut »

Oleh : WPToday

Port Numbay, WPToday-Berbagai elemen akan menggelar dialog publik tentang kontroversi pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 pada 26 November di Aula Museum Expo Waena – Jayapura Papua.

Kepada reporter WPToday di Jayapura, salah satu panitia, Warius Wetipo mengatakan dialog itu akan diadakan dalam rangka peluncuran buku Pepera 1969 di Inggris pada tanggal 1 Desember 2009 (hari Kemerdekaan Papua Barat).

“Kami memandang perlu adanya suatu pengkajian mendalam tentang Pepera 1969 dengan mengahadirkan berbagai pihak berkompeten dan juga pihak-pihak yang selama ini masih memperberdebatkan keabsahan Pepera 1969 dalam sebuah Forum dialog publik yang disaksikan oleh seluruh rakyat Papua, “katanya.

“Para pembicara yang akan hadir dalam dialog ini adalah Barisan Merah Putih (BMP), Wakil Pemerintah Provinsi Papua (Ramses Ohee), Gereja-geraja di Papua (Pdt. Sofyan Yoman, MA), Pelaku Pepera, Foker LSM, Pemerintah Indonesia, Akademisi, dan dari TNI/POLRI,” katanya. Baca Lebih Lanjut »

PERWAKILAN KONGRES AMERIKA SERIKAT

Washinton, DC. 20515

Tanggal, 7 November 2009

Yang Terhormat Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden Republik Indonesia

Istana Merdeka

di Jakarta, Indonesia

Bapak Presiden yang terhormat,

Kami mengucapkan selamat atas terpilih kembalinya Bapak sebagai Presiden Republik Indonesia. Kemenanganmu sebagai prsesiden merupakan suatu pencapaian diri yang sangat mengagumkan. Hal itu menunjukan adanya komitmen dan kepercayaan dari rakyat Indonesia sehingga pemilihan melalui pemerintahan yang demokrasi dapat tercapai. Sekali lagi selamat atas kemenanganmu. Baca Lebih Lanjut »